Semarang – Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) melalui Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai-Nilai Islam (LKPI) secara resmi menganugerahkan Budaya Akademik Islami (BudAI) Award 2026 kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, pada Senin, 24 Agustus 2026. Acara penghargaan tersebut berlangsung di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Lantai X Kampus Kaligawe Raya UNISSULA sebagai bentuk apresiasi terhadap tokoh yang dinilai memiliki keteladanan dalam kepemimpinan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada penganugerahan BudAI Award 2026, Taj Yasin Maimoen menerima penghargaan dalam kategori Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi dan perjalanan kepemimpinan yang mengedepankan nilai-nilai Islam, pendidikan, serta kepedulian sosial dalam membangun masyarakat.
Rektor UNISSULA, Prof. Dr. Gunarto, menyampaikan bahwa pemberian penghargaan BudAI Award tidak didasarkan pada jabatan maupun popularitas seseorang, tetapi melalui penilaian terhadap rekam jejak, karakter, dan keteladanan yang diwujudkan dalam kehidupan nyata. Sosok penerima penghargaan diharapkan mampu mencerminkan nilai-nilai Budaya Akademik Islami yang menjadi identitas utama UNISSULA.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pemberian penghargaan kepada Taj Yasin Maimoen adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan pendidikan pesantren dengan pendidikan umum yang memiliki wawasan global. Perpaduan antara nilai keislaman, tradisi pendidikan, dan kebutuhan perkembangan zaman menjadi salah satu gambaran kepemimpinan yang relevan dalam menghadapi tantangan masyarakat modern.
Selain itu, Taj Yasin dinilai mencerminkan nilai utama BudAI, khususnya prinsip Birrul Walidain yang mengajarkan penghormatan dan bakti kepada orang tua, serta Takrimul Aulad sebagai bentuk penghargaan dan pemuliaan terhadap generasi muda. Nilai tersebut tidak hanya menjadi konsep, tetapi tercermin melalui sikap, kebijakan, dan kepedulian terhadap pengembangan sumber daya manusia.
Dalam bidang pengabdian masyarakat, Taj Yasin juga dinilai memiliki kontribusi melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah upaya percepatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, dukungan terhadap kesejahteraan guru keagamaan, penguatan ekonomi pesantren, serta optimalisasi zakat ASN sebagai instrumen dalam mendukung pengentasan kemiskinan.
Melalui penghargaan BudAI Award 2026 ini, Taj Yasin Maimoen menjadi bagian dari deretan tokoh nasional yang sebelumnya telah menerima penghargaan serupa, seperti Buya Hamka, Jusuf Kalla, Mahfud MD, hingga KH Maimoen Zubair. Hal tersebut menunjukkan bahwa BudAI Award tidak hanya menjadi penghargaan personal, tetapi juga menjadi simbol apresiasi terhadap tokoh-tokoh yang memberikan kontribusi bagi perkembangan masyarakat melalui nilai ilmu, keteladanan, dan pengabdian.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh UNISSULA. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi pengingat sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan dalam menjalankan amanah tidak dapat dicapai secara individu, tetapi membutuhkan kolaborasi, kerja sama, dan keterlibatan berbagai pihak.
Penganugerahan BudAI Award 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat pesan bahwa kepemimpinan masa kini membutuhkan keseimbangan antara kompetensi, integritas, dan nilai moral. Melalui penghargaan ini, UNISSULA dan LKPI menegaskan komitmennya dalam mendorong lahirnya pemimpin muda yang tidak hanya unggul dalam kapasitas intelektual, tetapi juga memiliki karakter Islami dan kepedulian terhadap masyarakat.
BudAI Award 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian. Kepemimpinan yang berlandaskan nilai Islam menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berkemajuan, berkeadaban, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat.
Download Lampiran